Sering Kali Masalah Bisnis Solusinya Bukan Bisnis

Tidak pernah ada pebisnis yang bercita-cita “bangkrut” atau rugi, semua pasti berkeinginan bisnisnya maju dan sukses. Jadi, bangkrut atau rugi itu bukan “pilihan”, tapi anda juga tidak bisa memilih ketika itu harus terjadi dengan bisnis atau usaha anda, karena itulah salah satu “pelajaran” bisnis yang sesungguhnya. Bangkrut atau rugi adalah salah satu pelajaran utama sebuah bisnis, dan akan dialami oleh semua pebisnis, karena jika seorang pebisnis belum pernah mengalaminya, maka akan ada kesombongan besar dalam dirinya.

Hal yang sama saya alami 10 – 12 tahun yang lalu, ketika tiba-tiba sebuah peristiwa tidak diinginkan terjadi, membuat bisnis mengalami kerugian. Di saat bersamaan, faktor lingkungan (perekonomian global, krisis, dsb) turut memperparah keadaan, cash-flow yang menjadi jantung utama bisnis terganggu. Akibatnya cicilan bank dan pembayaran kepada investor-pun menjadi terganggu. Seperti bola salju, bergulir cepat dan menggulung makin besar, hanya dalam waktu 6 bulan kondisi menjadi sangat parah, padahal sebelumnya sangat lancar dan sehat. Itulah bisnis, sesuatu tak terduga bisa terjadi dengan sangat cepat.

Di saat seperti ini semua kekacauan terjadi, semua menjadi serba salah. Yang awalnya teman dan partner tiba-tiba menjauh bahkan memusuhi, tiba-tiba ada juga bisnis yang di ambil alih teman sendiri (karena tahu kita lagi jatuh), dijauhin, ditekan, dsb, pokoknya kayak orang sudah jatuh tertimpa tangga. Di saat sepeti ini, seringkali solusi yang dianggap akan bisa menyelesaikan atau mengurangi masalah, justru malah menimbulkan masalah baru. Keluarga (anak dan istri) ikut berada dalam tekanan. Masalah bukannya selesai malah makin besar dan timbul masalah-masalah baru, tekanan luar biasa baik materi maupun mental terjadi saat itu. Sampai bingung harus bagaimana dan harus berbuat apa…

Suatu hari di awal tahun 2007, saat saya sedang duduk merenung sendiri memikirkan apa yang terjadi, tiba-tiba saya teringat sebuah buku yang saya baca beberapa tahun kebelakang, judulnya The Secret. Ada satu hal menarik bagi saya dalam buku tersebut, yakni ketika membahas tentang hukum “tarik-menarik”. Dalam hukum “tarik-menarik” dikatakan bahwa “sesuatu akan menarik sesuatu yang serupa dan lebih besar” sadar atau tanpa anda sadari. Jadi, kalau anda berfikir positif, maka akan menarik sesuatu yang positif lebih besar lagi. Ketika anda merasa gagal, maka akan menarik kegagalan yang lebih besar, ketika anda bahagia, maka akan menarik kebahagian yang lebih besar. Itulah hukum tarik menarik, dan itu sebabnya juga kenapa orang kaya makin kaya, orang yang gagal, makin gagal…

Saya melakukan intropeksi, kenapa semua menjadi serba salah, semua jalan rasanya buntu. Setiap berusaha mengurai atau menyelesaikan masalah, yang ada bukannya selesai malah timbul masalah baru. Setelah lama merenung, ahirnya saya menemukan salah satu penyebab paling besar, dan ternyata itu bukan di bisnisnya, tapi adanya dalam diri sendiri, yakni “rasa”. Ya, ada “rasa” yang tidak enak yang tanpa saya sadari selama ini selalu merekat erat dalam setiap tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan semua itu. Dan sebetulnya ini manusiawi, walaupun sudah berusaha sangat sabar dalam menghadapi setiap permasalahan, tapi tetap saja ada “rasa” yang tidak nyaman, karena keluhan keluarga, dimaki debt collector atau investor, dsb. Manusiawi memang, tapi tanpa disadari “rasa” yang tidak enak itu telah mendatangkan hal serupa yang lebih besar dan lebih besar lagi…

Nah, masalahnya sekarang bagaimana membalikkan “rasa” yang tidak enak itu, karena soal yang satu ini adanya dalam diri kita yang paling dalam dan tidak bisa direkayasa, saya tidak bisa berpura-pura bahagia atau berpura-pura sukses, karena “rasa” yang di dalam diri kita tidak akan berubah karena kepura-puraan sikap. Harus ada satu momentum yang cukup besar untuk bisa membalikkannya sehingga “rasa” bahagia, enak, itu selaras antara pikiran, hati dan tindakan. Lama berfikir, ahirnya saya memutuskan untuk pergi ke Bandung (saat itu saya masih tinggal di Bogor) menemui ibunda tercinta, ide ini terlintas begitu saja, selain lama tidak bertemu, saya juga merasa sangat kangen dengan beliau.

Sesampainya di rumah ibu, saya mohon ijin dengan beliau, untuk membasuh kakinya. Saya dudukkan ibu di sofa, saya bawa air di baskom, lalu saya cuci dan cium kaki beliau sambil bersujud meminta maaf dan ridho nya. Saya menangis memohon ampun dan maaf, ibu sampai heran dan bertanya: “Kamu punya salah apa sama mama?”, saya bilang, sebagai anak, pasti saya punya salah sama ibu, baik yang disengaja maupun tidak. Saya mohon ampun dan doa beliau….

Sambil meneteskan air mata ibu memaafkan saya dan berdoa untuk saya, air mata ibunda tercinta menetes di atas kepala, kepala saya di usap-usap penuh kasih sayang, itulah saat paling indah yang pernah saya rasakan dan tidak bisa saya lupakan seumur hidup. Selesai itu ada rasa bahagia yang luar biasa dalam diri ini, merasuk jauh kedalam tubuh dan jiwa yang paling dalam. Rasanya tubuh ini ringan sekali, saya bisa merasakan perbedaan yang besar saat saya datang dan pulang kembali ke rumah, enteng!

Inilah salah satu pengalaman saat saya menghadapi berbagai persoalan bisnis, kenapa saya tulis? Supaya menjadi inspirasi bagi semua orang yang membacanya, kalau anda masih punya ibu saat ini, datangilah dan bersujudlah pada beliau serta meminta doa dan restunya, kalau bisa ajak dan rawatlah beliau, lakukanlah selagi beliau masih ada. Ketika beliau sudah tiada, hanya ada dua hal yang akan dialami setiap orang. Pertama, menyesal, yang kedua kehilangan. Saat ini, saya merasa kehilangan beliau, tapi tidak pernah menyesal, karena sempat bersujud dan merawat beliau di ahir masa hidupnya…

Ketika seorang anak ditinggal pergi Ibunda selamanya, hanya ada dua hal yang akan dirasakan, pertama perasaan menyesal dan kedua perasaan kehilangan

Saya tidak mengatakan bahwa inilah solusi dari semua masalah, tapi sejak kejadian itu, saya merasa sangat berbeda dalam menghadapi semua persoalan yang ada. Satu persatu solusi ditemukan, bahkan berbalik menjadi hasil yang sangat positif. Memang masalah bisnis seringkali solusinya bukan bisnis…

Mengenang ibunda tercinta…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.